INTEGRASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI KELURAHAN KOLASA KECAMATAN PARIGI KABUPATEN MUNA

Main Article Content

La Adi
Marhum

Abstract

Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah rural atau kelurahan pinggiran sering kali menghadapi tantangan keterbatasan akses pendidikan formal dan dinamika sosial-ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi integrasi pendidikan Islam dalam meningkatkan kualitas SDM di Kelurahan Kolasa, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh agama, pendidik, pemerintah kelurahan, serta masyarakat setempat, yang dilengkapi dengan observasi lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan Islam dilakukan melalui tiga jalur utama: optimalisasi pendidikan formal berbasis madrasah, penguatan lembaga non-formal seperti Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), dan majelis taklim, serta internalisasi nilai-nilai karakter islami dalam kegiatan kepemudaan. Integrasi ini terbukti berkontribusi positif terhadap peningkatan dimensi moral-spiritual, etos kerja, dan kesadaran pendidikan masyarakat. Namun, tantangan berupa keterbatasan sarana prasarana dan kompetensi pedagogis pengajar non-formal masih menjadi hambatan utama. Penelitian ini merekomendasikan adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan otoritas keagamaan untuk mendukung keberlanjutan program penguatan kapasitas SDM berbasis nilai lokal dan keagamaan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

INTEGRASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI KELURAHAN KOLASA KECAMATAN PARIGI KABUPATEN MUNA. (2026). Adhati Journal Of PKM Ar Rasyid, 1(1), 1-8. https://staisyarifmuhammadraha.ac.id/JPKMA/article/view/30

References

Arifin, Z., & Roslan, M. (2023). Moral-Spiritual Anchoring in Rural Human Resource Development. Journal of Islamic Education and Social Dynamics, 11(2), 145-159.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2023). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Fahruddin, M., Anwar, S., & Latif, A. (2023). Pendidikan Islam di Wilayah Kepulauan: Tantangan dan Solusi Alternatif. Jurnal Pendidikan Kontemporer, 8(4), 312-327.

Fathurrahman, H., & Aziz, A. (2023). Integrating Islamic Values into Community Development Models. International Journal of Social Sciences and Religion, 4(1), 45-62.

Hasanah, U., & Mu'ammar, M. A. (2024). Transformasi Lembaga Pendidikan Non-Formal dalam Pembentukan Karakter Remaja Era Digital. Jurnal Riset Pendidikan Islam, 12(1), 18-35.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Muna District Government Report. (2025). Rencana Strategis Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Analisis Demografi Kabupaten Muna. Bappeda Kabupaten Muna.

Nasution, S., & Siregar, R. (2024). Konsep Insan Kamil sebagai Cetak Biru Pengembangan Sumber Daya Manusia di Indonesia. Pemikiran Islam Kontemporer, 15(2), 89-104.

Saprudin, A. (2023). Etos Kerja Islami dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pedesaan. Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam, 7(3), 201-215.

Saputra, D., & Wijaya, K. (2024). Internal Locus of Control Berbasis Keagamaan untuk Mencegah Kenakalan Remaja di Wilayah Rural. Jurnal Psikologi Sosial-Keagamaan, 5(1), 57-72.

Sari, P. I., & Handayani, T. (2024). Kapasitas Pedagogis Pengajar Keagamaan Non-Formal: Studi Kasus Daerah Terpencil. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 10(2), 123-138.

Suryani, E., & Rahman, F. (2022). Sosiologi Pendidikan: Menggerakkan Partisipasi Masyarakat Melalui Modal Sosial Keagamaan. Pustaka Pelajar.

Utami, S. R., & Wardhana, A. (2024). Strukturalisme Pendidikan: Mengurai Benang Kusut Kesenjangan Pendidikan Kota dan Desa. Jurnal Analisis Kebijakan Pendidikan, 16(2), 140-155

Zulfitri, M., & Rahman, H. (2023). Revitalisasi Tradisi Pohamba-hamba dan Nilai Ukhuwah dalam Pembangunan Infrastruktur Sosial di Pulau Muna. Jurnal Kebudayaan dan Kebangsaan, 9(1), 34-49.