PERAN KOPERASI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI DI DESA WAKORAMBU
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Wakorambu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Koperasi sebagai lembaga ekonomi kerakyatan diyakini mampu menjadi motor penggerak pembangunan pedesaan, khususnya dalam mengatasi permasalahan kemiskinan dan ketertinggalan petani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 30 informan yang terdiri dari pengurus koperasi, anggota petani, tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi di Desa Wakorambu berperan dalam tiga aspek utama: (1) penyediaan sarana produksi pertanian dengan harga terjangkau, (2) pemasaran hasil panen secara kolektif yang meningkatkan posisi tawar petani, dan (3) pengembangan kapasitas anggota melalui pelatihan dan pendampingan. Koperasi juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja dan penguatan modal sosial di tingkat desa. Koperasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Wakorambu, meskipun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan modal dan partisipasi anggota yang belum optimal. Penguatan kelembagaan koperasi melalui pendekatan pentahelix dan sinergi dengan program pemberdayaan masyarakat desa menjadi rekomendasi utama.
Downloads
Article Details
Section
How to Cite
References
Budiandrian, B., Azzahra, F. A., & Setyadi, A. (2022). Peran organisasi petani dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga petani di Indonesia. Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension, 2(2), 57–68. https://doi.org/10.35706/agrimanex.v2i2.6477
Deswimar, A. D. (2014). Peran program pemberdayaan masyarakat desa dalam pembangunan pedesaan. Jurnal EL-RIYASAH, 5(1), 1–14. https://doi.org/10.24014/jel.v5i1.657
Herdiana, D. (2019). Peran masyarakat dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 6(1), 63–82. https://doi.org/10.24843/jumpa.2019.v06.i01.p04
Mutmainah, R., & Sumardjo. (2015). Peran kepemimpinan kelompok tani dan efektivitas pemberdayaan petani. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 2(3), 165–180. https://doi.org/10.22500/sodality.v2i3.9425
Suci, Y. R. (2016). Pengembangan UMKM dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan. Journal Development, 4(2), 35–48. https://doi.org/10.53978/jd.v4i2.37
Sumarti, T. (2007). Kemiskinan petani dan strategi nafkah ganda rumahtangga pedesaan. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 1(2), 89–104. https://doi.org/10.22500/sodality.v1i2.5930
Syahza, A. (2011). Percepatan ekonomi pedesaan melalui pembangunan perkebunan kelapa sawit. Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan, 12(2), 197–214. https://doi.org/10.23917/jep.v12i2.200
Syahza, A., & Suarman, S. (2013). Strategi pengembangan daerah tertinggal dalam upaya percepatan pembangunan ekonomi pedesaan. Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan, 14(1), 1–16. https://doi.org/10.23917/jep.v14i1.166
Umanailo, M. C. B. (2019). Strategi bertahan hidup petani padi gogo di Pulau Buru. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 3(1), 50–63. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2019.003.01.6
Yunas, N. S. (2019). Implementasi konsep penta helix dalam pengembangan potensi desa melalui model lumbung ekonomi desa di Provinsi Jawa Timur. Matra Pembaruan, 3(1), 37–46. https://doi.org/10.21787/mp.3.1.2019.37-46